Jumat, September 23, 2016

The Power of "KAKI"

Hari ini tidak ada kelas di Nihongo no Uchi (NnU) dikarenakan para sensei semua hendak pergi ke salah satu Sekolah Menengah Tingkat Atas yang ada di Ibukota Provinsi Sul-Sel ini.

Mereka bertugas menjaga stand (memperomosikan Lembaga ****) disekolah tersebut selama beberapa hari dan hari ini merupakan hari terakhir katanya.

Tanpa berpikir lama, saya memanfaatkan kesempatan ini untuk segera meluncur ke lokasi target pencaharian kerja saya, yang beberapa waktu lalu telah saya searching di Google Maps.

Dengan bantuan (arahan) dari Google Maps maka saya pun tidak mengalami "kesasar" di daerah yang belum pernah saya jelajahi ini. Walau sempat sekali, Saya mengalami salah jalan karena Sinyal internet hilang kestabilan.

Berdasarkan keterangan yang tertera di GMaps tersebut bahwasanya jarak dari NnU ke target saya itu sejauh 1,3 Km dengan waktu tempuh 17 menit apabila menggunakan kekuatan kaki.

Saya tidak berkeberatan dengan jarak tersebut karena masih wajar bila ditempuh dengan jalan kaki, sebab itu saya bisa hemat pengeluaran transportasi.
Hanya saja (setelah dari lokasi) hasil yang didapatkan belum sesuai harapan. Sebab, Tak ada lowongan.
Tau gak bagaimana rasanya.
Subhanallah, Pegel di bagian kaki langsung terasa. Terkhusus di Bagian "Hati". Hiks Hiks (T,T)...

Dan sedikit ada insiden "sendal rusak" Disepertiga (1/3) perjalanan, sehingga saya terpaksa kembali ke NnU untuk menggantinya. Ditambah sempat salah jalan. Total jarak tempuh Pergi-Pulang lebih dari 2,6 Km.
Oleh karena itu, Saya harus kembali terbiasa mengandalkan otot kaki ini, agar pegelnya menjadi biasa saja.
Dan saya tak boleh patah semangat untuk mencari sumber penghasilan, karena uang sisa gaji ditempat kerja dulu mulai menipis.

Serta saya harus menemukan hati Pangeran ku... yaelah mulai kacau.
Ok. Cukup sekian.

Rabu, September 21, 2016

Karena ada urusan. Tidak pulang cepat.

Hari ini puncak dari segala kesibukan persiapan menanti jamaah haji.
Akhirnya, Tante saya kembali dg selamat dari Tanah suci Mekkah.
Semua keluarga terdekat sibuk menyiapkan penyambutan.

Alhamdulillah smg menjadi haji Mabrur.
Setelah ini, persiapan pribadi saya untuk kembali ke Nihongo No Uchi.
Secepatnya saya harus kembali.
Untuk menyelesaikan misi saya.
Ganbatte Kudasai...

Sabtu, September 17, 2016

BANK Syariah

17 September.
Masih di tanah kelahiran.
Hari ini sy memilih membuka rekening bank Syariah...

Senin, September 12, 2016

SELAMAT HARI RAYA KURBAN 1437 H

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّه اَكْبَرُ،اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ

🌷 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 🌹

تقبل الله منا ومنكم تقبل يا كريم...
كل عام وأنتم بخير...

Selamat Idul Adha 1437 H.
🙏 maaf lahir batin

Selamat berkurban. Semoga kita termasuk orang yang ikhlas dalam berbagi.
“Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah qurban.

Pangkajene, Sidenreng Rappang.

Jumat, September 09, 2016

Sepi pun Terjadi

Hari ini Nihongo no Uchi akan sepi.
Hari ini Satu persatu, anggota NnU akan mudik ke kampung masing2.
Saya ke Sidrap,  2 Sensei ke Polewali, Pelajar dari Lampung pergi ke Bali, Sensei Penjaga Komputer kemungkinan pulang jg ke Malili, 1 anggota NnU asal Kota Daeng bisa jadi pulang ke Rumahnya. Yang tersisa tinggal sensei berkacamata.
Suasana Sepi pun akan terjadi selama beberapa hari ke depan.
Saya tidak begitu menyukai suasana seperti ini.
See you, Nihongo no Uchi.
Jumat Siang, 12.50 p.m

Kamis, September 08, 2016

3 Perempuan Berjilbab jadi Pusat Perhatian

Rabu malam kemarin saya, sensei saya dan sensei tetangga bersama salah satu anggota pelajar asli Bali yang tinggal di Lampung. Pergi ke tempat beribadah umat Hindu yang dikenal dengan Pura.

Saya dan  kedua sensei pergi ke Pura dengan tujuan menemani Pelajar dari Lampung (yang beragama Hindu) itu melaksanakan lebarannya. Saya lupa lebaran apa. Yang jelas bukan nyepi. Lebaran ini 6 bulan sekali.

Awalnya kami berpikir di dalam wilayah Pura suasana adalah sepi tidak ramai orang. Kenyataannya saya dan dua sensei terjebak dalam keramaian orang-orang berpakaian khas budaya Bali yang sepanjang jalan pandangannya tertuju pada kami bertiga, perempuan yang sangat mencolok perbedaannya dari semua orang yang ada. Tiga Perempuan berjilbab masuk ke dalam wilayah Pura.
Salah seorang dari mereka, dengan senyuman ramah menghampiri kami(bahkan tidak berkeberatan) menuntun kami sepanjang jalan masuk ke wilayah Pura. Pria tersebut memberi saran agar kami menunggu di kantin, kamipun setuju dengan anggapan bahwa di kantin kurang orang, tapi ternyata setelah melewati sepanjang jalan yang ramai menuju kantin. Kami terhenyak menemukan fakta bahwa dikantin lah yang paling ramai, ups sepertinya kami justru mendatangi sarang (pusat keramaian) nya.
Saya dan kedua sensei, yang telah terlanjur masuk ke dalam Pura terjebak antara melanjutkan masuk atau keluar menunggu di pintu masuk.
Kami hendak balik arah kembali keluar, tapi bingung. Karena pasti kami harus siap jadi pusat perhatian lagi dan dipandangi oleh beratusan mata di sepanjang jalan.

Kami memutuskan menunggu kayak orang bego di bagian kantin paling sudut. menunggu hingga puluhan menit lamanya. Sambil menahan rasa kikuk dari setiap pandangan yang tertuju pada kami dan menahan diri dari aroma dupa yang bersemayam di sekitar atmosfer udara kami berada.

Ini adalah pengalaman pertama kalinya bagi kami bertiga memasuki tempat ibadah dengan kepercayaan dan keyakinan yang berbeda dengan kami.

Pengalaman ini akan jadi sejarah dan referensi bagi pengetahuan agama kami.

Begitulah sepatutnya bahwa harus ada sikap saling menghargai antar umat beragama.

Rabu, September 07, 2016

Tes Kosakata tertunda lagi...

Hari ke sekian di Nihongo no Uchi

Hari ini Tes Kosakata yang seharusnya dilaksanakan kemarin, tertunda lagi hingga besok.
Kemarin tertunda karena sensei saya berniat menambah jumlah soal kosakata hingga delapan puluhan kosakata (80an). Hebatkan sensei saya ! ^o^

Namun sampai hari ini tes kosakata itu belum juga terlaksana, dikarenakan saya meminta tesnya dilaksanakan sekitar pukul. 02.00 p.m tepatnya setelah jam istirahat.

Ok. Pukul 02.00 p.m telah tiba. Kemudian beberapa menit telah berlalu. Namun soal belum juga muncul dihadapan saya.
Ada apa gerangan ?

Ketika saya berjalan di ruang tengah, Tiba-tiba sensei saya menghampiri saya sambil tersenyum sumringah dan berkata : "Lhy, Tesnya ditunda sampai besok lagi ya, tidak apakan...?"
Loh, kenapa sensei ?
"Sensei H... salah print" jawabnya sambil tersenyum lebar.
Yess, Tidak apa sensei.

Sensei berkacamata yang (kebetulan lewat) mendengar hal tersebut spontan berniat memberitahukan sensei H...
Namun, ditahan oleh sensei saya karena sungkan untuk protes dan saya mendukung sensei saya sebab saya bisa mempermantap lagi hafalan kosakata saya.
(Tapi kalau saya yang ada diposisi sensei saya, maka saya tanpa sungkan akan memberitahu kesalahan print sensei H...)

Tak lama setelahnya saya, sensei saya, sensei tetangga dan pelajar dari lampung tersenyum sumringah...
"Sensei H... salah print. mendukung sekali ya" kata sensei tetangga.
"Iya sensei, Untungnya begitu" kataku sambil tersenyum...

Sensei penjaga komputer dibalik keseriusannya terdapat sikap yang lucu. Teringat beberapa hari yang lalu, sensei Penjaga Komputer (PK), disiang hari hendak membuat minuman panas. Minuman kemasan saset sudah dibuka dan dituangkan ke dalam cangkir kemudian menunggu air di dispenser panas. Siang berlalu, sore juga berlalu, dan malam pun berganti pagi. Cangkir berisi minuman saset itu belum terisi air panas. Sepertinya sensei PK mengalami amnesia akut. Hehe...
Barulah disiang harinya minuman saset itu menjelma jadi minuman panas. Teringat, Setelah 24 jam berlalu. Itupun setelah diingatkan oleh sensei saya.

Selasa malam (kemarin / tadi malam), sensei penjaga komputer juga lucu karena salah ucap. Hendak meminjam Kabel Data, tapi yang terucap Paket Data.
"Siapa yang punya Kabel eh Paket Data?" Untungnya Dia menyadarinya dan segera memperbaiki pertanyaannya.
"Eh, Kabel Data. Siapa punya kabel data?"

^_^

Selasa, September 06, 2016

Tes kosakata lagi.

Hari ini saya hendak di tes kosakata lagi. Tidak masalah bagi saya.
Sebab Kali ini Saya tidak membuat pengharapan agar sensei penjaga komputer tidak (atau telat) datang. Karena saya memang harus siap dengan segala bentuk tes. Toh dampak dari tesnya sangat bermanfaat untuk memori atau daya ingat saya. Lagi pula sensei berkaca mata (yang juga tahu password komputer) semalam sudah kembali ke NnU (Nihongo no Uchi). Jadi, ada atau tidaknya sensei penjaga komputer tidak berpengaruh pada jadi tidaknya tes saya hari ini.

Ganbatte Kudasai !

Senin, September 05, 2016

しずか な せんせい 。。。

Sensei yang tenang.

Ada yang ganjil dari salah satu sensei yang ada di nihongo no uchi. Sensei yang keberadaannya antara ada dan tiada.
Anda Penasaran ! siapa ya ???

Hmm... siapa lagi kalau bukan sensei penjaga komputer. Yup, ada yang ganjil dari sensei ini. Yang membuat saya heran, kenapa sebagian besar bahkan hampir seluruh penghuni dan pelajar di nihongo no uchi seperti takut berhadapan dengan sensei ini. Padahal sensei ini selama saya tinggal disini, karakternya pendiam. Tepatnya "Not Easy Going" alias tertutup.

Kalau datang di nihongo no uchi, hampir seluruh waktunya dia habiskan hanya diruang kerjanya. Kecuali, waktu Shalat. Sensei ini tergolong taat beribadah. Jika telah tiba waktu shalat, maka ditinggalkanlah ruangannya dan pergi ke Mushalah nihongo no uchi atau ke Masjid terdekat. Selebihnya ya di ruang kerja Duduk hingga berjam2 di depan komputer. Hal itulah yang membuat saya memberikannya gelar "Sang Penjaga Komputer".

Sensei ini kalau bicara (entah telinga saya yang bermasalah atau memang volume suaranya yang perlu ditambah) volume suaranya rendah dan agak cepat yang membuat saya harus fokus mendengarkan ketika sensei ini memberi penjelasan (sewaktu saya pertama kali datang). Sebab kalau tak fokus, maka pastilah saya mengalami gagal paham. Jika sudah demikian, tanpa ragu saya memintanya mengulangi kembali penjelasannya. Jika terlalu cepat, maka tanpa rasa takut saya memintanya memperlambat intonasinya. Haha...maaf sensei tidak ada maksud menjahili, saya hanya menghindari sikap meng'iyaiya'kan sesuatu yang saya tidak paham. ^_^

Sensei penjaga komputer, yang kehadirannya antara ada dan tiada. Namun, tentang prosedur nihongo no uchi (selain sacho / pemilik NnU) hanya dia yang tahu segalanya. Beberapa kali saya bertanya atau meminta penjelasan kepada sensei saya tentang sesuatu yang berkaitan dengan prosedur dsb. "Saya kurang tahu, coba tanyakan ke sensei H... " jawabnya. Suatu hari saya juga bertanya ke sensei berkacamata dan jawabnya "Coba tanyakan ke sensei H..."
Ya sudahlah, saya kantongi dulu pertanyaan saya.

Lalu apa yang ganjil dari sensei penjaga komputer ini ?
Ya itu inti dari pos ini.
Saya merasa sikap sensei ini ganjil bermula dari ketika sensei kelas tetangga (senseinya salah seorang pelajar dari Lampung). Sensei kelas tetangga ini mengatakan bahwa sensei H... adalah Ketua Himpunan di Jurusan Perkuliahannya sewaktu menjadi Mahasiswa dulu.
Mendengar itu saya merasa heran, ketua himpunan ???
Tapi, sikapnya yang pendiam bertolak belakang dengan sikap organisator atau aktivis yang sering saya geluti sewaktu kuliah. Terbuka, easy going, pembicara, dsb itulah sikap rata-rata ketua organisasi yang saya ketahui.

Saya tidak boleh langsung menjustice ini itu. Meskipun saya pernah menganggap sensei ini PHP dan Aneh. Ceritanya waktu itu saya mau izin belajar. Kemudian dia berkata : "Oh iya, dikamar ada kasurnya tidak? Saya lupa kasih, nanti saya kasih" (kenyataannya hanya PHP). Dikesempatan itu saya bertanya apakah kamar sy ada kuncinya. Jawabannya "Kunci, kayaknya ada. Nanti sy carikan. Atau nanti sy pasangkan gembok" (Aneh, masa' kamar pintu kaca mau dipasang gembok, kunci sj sdh cukup atau gerendel. Ini malah gembok! Alay deh)

Terlepas dari itu, Dilihat secara keseluruhan, sensei ini (katanya) baik luar biasa.
Kemungkinan besar, sensei ini hanya menutup diri dari kaum hawa. Ya mungkin seperti itu. Dan itu adalah bukan sikap yang tidak baik.
perlu waktu bagi saya untuk lebih mengenal karakter setiap individu dari Nihongo no Uchi (NnU)...

Saya sangat berharap, saya bisa menyelesaikan dengan baik misi saya berada di sini.
Aamiin ya Rabbal alamin.