Jumat, Agustus 02, 2013

I do not know who I am, where I am going - and I am the one who has to decide the answers to these hideous questions. ~Sylvia Plath

"Who are you? Could you describe yourself?" I often got that question in every interview. A question that sounds like as simple as "what is the color of the ocean?" Just like the ocean question you might answer it fast BLUE! Dah'... but is it really blue? are you sure? isn't it more like green? ... Do you know that the ocean appear to be blue because this is the color our eyes see?  But actually the ocean can be many other colors depending upon particles in the water, the depth of the water, and the amount of skylight also blue wavelengths are absorbed the least by the deep ocean water and are scattered and reflected back to the observer’s eye. Not so simple anymore right? just like "who are you?" question. I might answer I'm a cheerful, shy, witty or even mad person but isn't people eyes different with mine? they see the blue, but I am the particles inside... I could go rambling who I am as a person but people see what they see. The simplest way I can answer I am who I am, I couldn't get more correct answer than that.
So who are you? Who am I? anyone knows how to answer it?  Or could anybody help me giving me formula how to answer that correctly, so I won't sound so obnoxious every time I tried to describe myself. Or probably you could help? some of you knows me for more than 4 years, so I believe you'll be a great judge. 
“I know pretty much what I like and dislike but please, don't ask me who I am.”
― Sylvia Plath, The Unabridged Journals of Sylvia Plath
Oh my, I forgot to say Hello... Hello people how are you? do life treat you well? I hope they do... Well if you asking... I'm not in my best shape right now, losing some weight and tired both emotionally and physically... and yes you can blame it on the crazy exams they probably drained all my energy and sucked all my mood. Thank God it's over. About the result, oh well... please please do pray for me... I need many prayers from all of you, hehehe.
Talking about who I am, there's one thing that I quite sure I am and that is that I love to be lost in my own imagination... I just love to wander off, go to my happy place. A place only me can visit...  where I can be anything I want. Where I could be a princess, a fairy, or even a witch... and each of them have their own complicated stories that I hesitate to share.  I once asked what do you do when you running out of ideas or imagination? and I answered, I have no idea what I would do, because so far my head is full with tons of ideas and imagination and I swear, sometimes I feel like I'm about explode anytime soon, trust me maybe running out idea is a bad thing but having too many is also frustrating.
And in between my crazy schedule because all exams that sucked all my happy mood I manage to make a photo shoot. And this time is not a fashion post like always, but this time I let you see a hint of my head, what I do when I'm wander off. But of course this is just a super tiny hint of what goes inside my head and I can assure you everything 100 hundred times more beautiful in my head.  Ah we human... it's always our own limitation who tormented us.
Will leave you with many words from one of my favorite poet, Sylvia Plath.
Have a good day everyone... see you soon...
“Can you understand? Someone, somewhere, can you understand me a little, love me a little? 
For all my despair, for all my ideals, for all that - I love life.
 But it is hard, and I have so much - so very much to learn.”
― Sylvia Plath


Minggu, Juli 21, 2013

Mimpiku sederhana...

mimpiku sederhana » jadi wirausahawan muda yg sukses n sejahtera, punya gerai oleh2 khas kota kelahran, punya yayasan pndidkn islami, puny usaha pengrhman brang antar pulau, bisa tnggal d kota kelhran dg isteri dan anak2 tercinta dg samara sambil ngurus ortu, menjajal kota2 eksotis d indonesia, makkah n madinah jg kota2 d eropa khususny venesia. Dll dll. Bnyak y? Dasar manusia :D

Jumat, Mei 17, 2013

Bahwa Hidup Harus Menerima, Mengerti dan Memahami....

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.”

— Tere liye, novel "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin"
 

Jumat, Desember 21, 2012

SEMANGAT KAMEL....!!! GANBATTE... mm GANBATTE!!! :D :D

Aku Mau Ini Itu,, Tentu Harus bisa Ini Itu juga... :)

Hmm,, ya aku mau ini itu.. aku mau ke Jepang, aku mau lanjut studi, aku mau mengerti banyak bahasa negara, aku mau keliling dunia, ya aku mau ini itu... tentunya aku juga harus bisa ini itu. Bisa bahasa Jepang, bisa dpt beasiswa S2, bs menguasai bahasa, bisa ini itu....
Jd aku harus banyak belajar, banyak membaca, banyak memahami dan banyak bergaul...
Moga ALLAH sllu di sampingku mengiringi setiap langkahku...
Amin... :)

SEMANGAT KAMEL....!!! GANBATTE... mm GANBATTE!!! :D :D

Kamis, November 15, 2012

Mother...


Hai, Mama, wahai Mama, bagaimana kabarmu?
Maaf aku tidak menghubungimu akhir-akhir ini
Aku baik-baik saja

Tubuhmu kecil begitu juga tanganmu
Rambut-rambut putih bercampur dan engkau tumbuh semakin ramah
Tapi bagiku kau masih lebih besar dari apapun, lebih kuat dari siapapun
Aku ingin menceritakan pada anak-anakku tentang cinta yang mendukungku ini

Walapupun aku tumbuh dalam ketidaksabaran ketika aku didekatmu
Ketika kau jauh dariku, aku tumbuh dalam kesepian
Itulah siapa dirimu bagiku

Kau dapat menghentikan masalah apapun dan mengatasinya

Dan kau memiliki kesabaran dan ketangguhan yang begitu besar
Dibanding siapapun yang ku kenal
Kau akan selalu memikirkan kebahagiaanku sebelum kebahagiaanmu sendiri

Memasak, mencuci, bersih-bersih, membesarkan anak
Kau bahkan bekerja selama waktu senggangmu
Kau hanya akan membeli barang yang ada di rak dengan harga paling murah
Aku tidak mengerti meskipun hal itu sangat jelas
Hingga aku mulai hidup mandiri, baru aku mengerti
Kapanpun aku memikirkan berapa banyak yang kau capai
Dan mungkin betapa sulitnya itu
Ku rasa aku bisa mencoba yang terbaik hari ini


Pada saat itu aku menyalahkan diriku,
Bertanya-tanya, “Kenapa aku bisa menjadi begitu bodoh?”

Ku berikan padamu rasa terima kasih untuk cinta yang selalu melindungiku ini,
Ibuku

Aku tahu tak ada hal yang paling menyedihkan
Daripada orangtua yang mengubur anaknya hidup-hidup
Jadi aku akan memastikan hal itu tidak akan terjadi
Bahkan jika aku cuma hidup satu detik lebih lama darimu
Aku akan memastikan hal itu

Aku bersyukur aku adalah anakmu
Aku bersyukur kau adalah ibuku
Dan itu tidak akan pernah berubah
Itu tidak akan pernah berubah untuk selamanya
Karena aku begitu mirip denganmu

Jadilah ibuku untuk selamanya
Jadilah sehat untuk selamanya
Kau masih punya satu pekerjaan lagi yang tersisa untuk dikerjakan
Dan itu adalah menerima cinta dan rasa hormat anakmu
Untukmu…

Aku Jatuh Cinta . . .



Ya Allah, yang membolak-balikkan hati kami ...
Selama ini aku tidak pernah tahu
bagaimana rasanya mencinta
Namun, aku berharap
bila cinta hadir menyapaku
aku tidak akan kehilangan Engkau


Ya Allah, selama ini aku hanya berharap
semoga bisa mencintai
Orang yang memiliki cinta yang luar biasa kepada-Mu

Ya Allah, selama ini aku juga berharap
semoga bisa dicintai
oleh orang yang bisa mengarahkanku
Menuju Keridhoan-Mu

Pintaku ya Allah
izinkanlah aku memiliki rasa ini
Hingga ia menjadi indah di dada kami
Tanpa mengurangi rasa cinta kami kepada-Mu

Karya : Burhan Shodiq

Senin, September 10, 2012

My Last Holiday...

Sunday, September 09, 2012


            Sepertinya mereka sudah seperti keluarga bagi saya, mereka mengisi kisah di tiap hari-hariku. Kebisingan suara mereka kini telah dapat diterima oleh indra pendengaranku sebagai rutinitas yang biasa terjadi.
            Hari ini di pagi buta (dini hari), seperti yang telah direncanakan di hari sebelumnya. Mereka dan juga saya akan menghirup udara laut serta pemandangan langit tanjung bayam. Dengan bermodalkan kendaraan berupa 6 buah motor, maka pagi itu juga mereka dan saya berangkat ke tempat tujuan.
        Kegiatan hari ini dikapteni oleh kak Rasul, yang sangat berperan dalam jalannya kegiatan ini. Dalam postingan kali ini saya akan memperkenalkan mereka secara keseluruhan. Motor pertama (loh kok motor?), ada kak Rahwa, mantan teman kamar kak ciya. Telah sarjana keperawatan alumni UIN Alauddin. Kak rahwa lah penghuni kos yang pertama kali saya kenal karena ia yang menyambut saya kala saya datang  melakukan observasi ke kos sebelum benar-benar jadi penghuni di kos itu. Meski tidak lagi jadi penghuni kos, kak Rahwa tetap sering datang berkunjung dan sesekali nginap. Dan hari ini kak Rahwa jadi pengendara motor lagi bersama saya sebagai penumpangnya.
            Motor ke-dua ada kak Rasul dan kak Jusmah, motor ketiga ada kak Ciya (pacar kak Rasul) dan keluarga dari kak Rasul saya gak tahu siapa namanya. Motor ke empat ada kak Ani dan pacarnya kak Yusuf, motor ke lima ada kak Evi dan teman kamar barunya Uny. And the last, Risna (my sister room) with her boyfriend kak Sawir.
            Jam delapan lewat saya dan mereka kembali ke kos. Ba’da ashar pada ngumpul lagi kali ini di rumahnya kak Rasul acara ikan bakar dan cumi… asiekk kenyang enak lah masakannya.
*      *      *

     Terlepas dari kegiatan saya bersama teman2 se-kos beserta teman2nya, ada hal yang membuat saya gak karuan sekaligus membuat saya kesal. Itu loh si *???. Hari ini ku melontarkan kata yang kurang bagus deh kayaknya ketika ia datang lagi ke kos. “Jika kau pulang sekarang dengan meninggalkan keGAJEBOAN (Gak Jelas Banget bo), saya pastikan ini adalah kali terakhir kau datang kemari!” soalnya dari kemarin2 meminta waktu tuk datang bertamu di kos. Terus katanya tergantung waktu saya kapan bisa. Nah giliran saya punya waktu, dia membiarkan saya menunggu. Giliran saya memutuskan untuk tak menunggu, dia datang dan waktunya bukan lagi seperti yang di infokan. Nah, giliran saya (bukan hanya saya tapi juga teman2 kosanku yg sdh seperti keluarga bagiku) mempersilahkan dia dan teman sejurusannya masuk dan menawarkan sirup  dan kue yang beraneka ragam dia gak mau, malah masang tampang jelek ke saya. Ini dia yang buat saya lepas kontrol terhadap emosi. Katanya saya udah buat dia malu (mungkin karena teman2 saya sudah memanggil dia masuk tapi biasa teman2 kosku kalo manggil pake TOA).
   
Emosi masih bisa saya kendalikan, saya bawakan dia sirup, dan mulai mendengarkannya, tapi tak lama ia minta pamit tanpa ada kejelasan yang pasti. Apa-apaan sih! Konyol banget tau gak!!
Teman sejurusannya berkata kepada saya kalau sebenarnya banyak yang mau diceritakan kepada saya. Tapi, yaudah. Situasi sepertinya tak mengizinkan hal itu terjadi hari ini. Dan sepertinya ketidak adaannya penjelasan yang baik membuat misscomunikasi terus berlanjut hingga sekarang. Dia salah paham dengan keberadaan teman2 saya yang memang pada rame, menganggap teman2 saya patut untuk membuatnya merasa dipermalukan. Saya sangat membantah terhadap opini demikian karena itu sangat bertolak belakang. Ingatlah saya tinggal seatap dengan mereka tak ada kata bahwa saya tidak  cukup mengenal mereka dengan baik. Jadi gak ada salahnya kalo berbicara atau berdiskusi atau apalah meski dalam keadaan ramai dengan teman2 saya. Saya yakin mereka akan menghargai dan tak akan mengganggu.

Jadi kepikiran juga sih dengan kata yang saya ucapkan tadi, tapi gak apalah kata itu saya rasa cukup setimpal dengan kekesalan yang dia timbulkan. And I’m serious!!

Ok, chao… J
My room 22:29 WiTA
 Not hearing iradio (acara favorit lagi libur siaran)

KAMELIA

Keinginan Semu...

Wednesday, September 5. 2012
19.03 WITA
     Terkadang muncul dipikiran saya suatu keinginan tuk memiliki kendaraan sendiri yang bisa mengantarkan saya ke tempat yang jaraknya cukup jauh yang butuh waktu lama apabila ditempuh dengan jalan kaki. Kini pikiran itu muncul lagi disaat saya berada (duduk) di jok belakang motor milik teman saya (A. Rista D.N) dalam perjalanan menuju tempat yang menyediakan jasa transaksi jual-beli berbagai kebutuhan sehari-hari.
     Mm,, perlu diperkerut inti pokok dari tulisan ini yakni hanya berkisar pada kemunculan pemikiran semu saya yang menginginkan sebuah kendaraan. Jadi, tidak akan ditemukan uraian tentang aktivitas konkrit, kedatangan teman saya ke kos sampai kepulangannya, dan apa yang dilakukan? dsb. Itu semua tidak dijabarkan di postingan kali ini.
     Ok, back to laptop! Aku mau punya motor! Itu adalah sebagian kata yang muncul dipikiran saya. Asyik banget ya punya kendaraan sendiri, kalau mau pergi ke suatu tempat tidak akan membuang waktu lama untuk memutuskan pergi, tidak, pergi, tidak, pergi, tidak. Dan tak jarang kata TIDAK terpilih sebagai keputusan saat itu karena didukung sepenuhnya oleh alasan tidak adanya kendaraan. “Ukh, payah!” kata teman saya… hehe nggak ding! Teman saya gak pernah berkata demikian di depan saya,, (^_^)v …mm,, but (jika menggunakan nalar suudzon) maybe di belakang saya iya, … haha… JK! :D

22.09 WITA

[Maaf, habis break (makan berjamaah + berbagi cerita) puluhan menit tuk memenuhi panggilan tamu (pacar dari tetangga kamar saya) yang datang membawa bakso yang saya titip namun ujung-ujungnya uang saya gak diterima. Bakso gratis, Gak masalah! Gak boleh menolak rezeki... :)) ]
    Back to the topic. I think have a transportation dalam hal ini adalah motor merupakan suatu hal yang sangat sangat berguna bagi mahasiswa yang jarak antara tempat tinggal dan kampusnya tidaklah dekat. Dan Saya sebagai mahasiswa yang merasa tergolong dalam kategori tersebut, tidak dapat memungkiri kenyataan itu. Kendaraan is important! Tapi, perlahan (dalam khayalan saya) yang masih duduk di jok belakang motor teman saya yang kali ini dalam perjalanan back to kos, sebuah tirai perlahan menutupi khayalan itu dan diikuti suara yang mengiringi “Sudahlah Mel, memang motor sangat berguna bagi kamu, tapi lihatlah disisi lain yang memperlihatkan bahwa sebaiknya kamu tidak punya.”
     “Woiii,, kenapa, kenapa, kenapa??! (Intonasi ala Ust. Maulana) Why? Anything’s problem? Masalah buat Lo!” (Intonasi ala Soimah) kata saya dalam imajinasi sambil menarik dan membuka tirai yang hampir menutup sepenuhnya itu…
     Haha.. gak ah, gak benar kok kalimat di atas. Itu Cuma adegan lebay tambahan dari gue aja. Kembali ke kalimat “Sudahlah Mel, memang motor sangat berguna bagi kamu, tapi lihatlah disisi lain yang memperlihatkan bahwa sebaiknya kamu tidak punya.” Tidak punya saja kamu sudah cukup sibuk dengan kegiatan diluar kampus kamu. Tidak punya saja kamu bisa pergi ke tempat kegiatan kamu yang cukup jauh. Tidak punya saja kamu cukup sulit ditemui oleh teman-teman kamu. Jadi, gimana kalau kamu punya? Bakalan super duper sibuk, bakalan lebih jarang di kos, bakalan kelihatan sombong berombong deh nantinya. Itu baru sebagian alasan kenapa sebaiknya kamu tidak punya motor. Masih banyak alasan yang lebih parah dan sangat bisa ngebanting 180’ (baca: derajat) pikiran sekilas kamu yang ingin punya kendaraan sendiri.
Jadi solusinya, Jalanilah sesuatu yang di mata-NYA itu baik untukmu yang mungkin di mata kamu itu kurang baik. Namun itulah yang terbaik buat kamu. Ciee,, insya ALLAH solusinya nyambung ya.. hehe (^__^)
     Ok! Sudah dulu ya, saya ending-in sampai di sini saja ya tuk postingan kali ini. Udah lewat larut malam. Sebaiknya, segera istirahat. Let’s to brush your face, your theeth, take a whudu and don’t forget to take a prayer before sleep. Hope tomorrow will be good than this day. See you next, bye! (^_^)
Wassalam…

My room, while hearing iradio.

KAMELIA.